Jumat, 16 September 2011


Persatuan Isteri Prajurit
Persit Kartika Chandra Kirana





PENGURUS PUSAT

1. Pemimpin terdiri atas

• Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dijabat oleh isteri Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
• Wakil Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dijabat oleh isteri Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

2. Pembantu pemimpin ditetapkan oleh pemimpin dan disahkan dalam musyawarah pusat.

3. Anggota pengurus Iainnya ditetapkan oleh pemimpin dari calon-calon yang diusulkan oleh PD, PG, dan PCBS, serta disahkan dalam musyawarah pusat.

4. Susunan pengurus

a. Pemimpin terdiri atas

1) Ketua Umum
2) Wakil Ketua Umum

b. Pembantu pemimpin terdiri atas

• Ketua Seksi Organisasi
• Ketua Seksi Ekonomi
• Ketua Seksi Kebudayaan
• Ketua Seksi Sosial
• Sekretaris Umum
• Bendahara

c. Anggota pengurus seksi organisasi terdiri atas

• Urusan Organisasi
• Urusan Personalia
• Urusan Penerangan
• Urusan Komunikasi Sosial

5. Sekretaris
d. Anggota pengurus seksi ekonomi terdiri atas

• Urusan usaha
• Urusan perkoperasian
• Sekretaris

e. Anggota Pengurus seksi kebudayaan terdiri atas

1) Urusan budaya
2) Urusan Pembinaan Mental
3) Urusan Pendidikan
4) Sekretaris

f. Anggota Pengurus Seksi Sosial

1) Urusan bantuan sosial dan bea siswa
2) Urusan kesehatan, kependudukan dan keluarga berencana
3) Urusan warakawuri, yatim, yatim piatu dan anak cacat

g. Anggota Pengurus sekretaris terdiri atas

1) Wakil sekretaris umum
2) Urusan tata usaha
3) Urusan dalam

• Anggota bendahara adalah wakil bendahara

i. Anggota pengurus lainnya ditetapkan oleh pemimpin sesuai dengan keperluan


Kamis, 15 September 2011


Persatuan Isteri Prajurit
Persit Kartika Chandra Kirana


LATAR BELAKANG
Dalam perjuangan mengisi kemerdekaan, isteri prajurit Tentara Nasional Indonesia (selanjutnya disingkat TNI) Angkatan Darat sebagai warga negara Republik Indonesia berhak dan wajib memper­ juangkan tercapainya cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil dan makmur, material dan spiri ­tual dalam wadah negara kesatuan Republik Indo­nesia dalam lingkungan serta suasana perdamaian dan persahabatan dunia.

Isteri prajurit TNI Angkatan Darat mutlak tidak dapat dipisahkan dari TNI Angkatan Darat, baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi. Oleh karena itu isteri prajurit TNI Angkatan Darat harus membantu TNI Angkatan Darat dalam menyukseskan tugasnya baik sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai komponen pembangunan bangsa untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.

Didorong oleh keinginan Iuhur untuk mencapai tujuan organisasi, para isteri prajurit TNI Angkatan Darat bertekad bulat meningkatkan perjuangan dalam wadah organisasi persatuan isteri prajurit (selanjutnya disingkat Persit) Kartika Chandra Kirana sebagai kelanjutan dari organisasi terdahulu yakni Persatuan Isteri Tentara yang didirikan pada tanggal 3 April 1946 di Purwakarta berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta tetap membina terjalinnya.

1. Persatuan, kesatuan persaudaraan serta kekeluargaan

2. Rasa senasib, sepenanggungan serta seper­juangan sebagai isteri prajurit

Sejalan dengan pengembangan organisasi dan kemajuan yang telah dicapai di bidang integrasi ABRI, Persit Kartika Chandra Kirana menjadi anggota Dharma Pertiwi yang dibentuk tanggal 15 April 1964 sebagai Badan Kerja Sama Dharma Pertiwi.

Badan ini ditingkatkan menjadi Badan Musyawa ­rah Dharma Pertiwi pada tanggal 12 Juni 1969. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1972 menjadi Dharma Pertiwi sebagai wadah integrasi organisasi isteri anggota ABRI yang beranggotakan Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri. Pia Ardhya Garini, Bhayangkari dan Ikatan Kesejahteraan Keluarga ABRI. Dalam perkembangan selanjutnya Persit Kartika Chandra Kirana menyesuaikan organisasinya dengan reorganisasi TNI Angkatan Darat yang dimulai tahun 1984 dan undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan.

Dengan demikian kedudukan Persit Kartika Chandra Kirana merupakan organisasi ke­masyarakatan yang berinduk pada organisasi kemasyarakatan Dharma Pertiwi, dan sesuai hasil Munas IX Dharma Pertiwi Tahun 1999, Dharma Pertiwi sebagai wadah organisasi isteri anggota TNI. beranggotakan Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, Pia Ardhya Garini dan IKKT Pragati Wira Anggini.



Persatuan Isteri Prajurit
Persit Kartika Chandra Kirana

TUGAS POKOK PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

1. Membantu Kepala Staf Angkatan Darat dalam pembinaan isteri prajurit dan keluarganya khususnya bidang mental, fisik, kesejahteraan dan moril sehingga dapat berpengaruh terhadap keberhasilan tugas prajurit.

2. Mendukung kebijaksanaan pemimpin TNI dengan membina dan mengarahkan perjuangan isteri anggota TNI Angkatan Darat, menciptakan rasa persaudaraan dan kekeluargaan, rasa persatuan dan kesatuan serta kesadaran nasional.



PENGURUS PUSAT PERSIT KCK GELAR BEAUTY CLASS
Oleh : Siswari

10-Mar-2011, 08:39:17WIB

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) tahun 2011, Pengurus Pusat Persit KCK menyelenggarakan berbagai kegiatan ketrampilan yang ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan dan wawasan para anggotanya, salah satu melaksanakan kegiatan kelas kecantikan (Beauty Class), yang digelar di Rafflesia Room Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/3).

Ketua Umum Persit KCK Nyonya Nur George Toisutta dalam sambutannya mengatakan, pada hakekatnya setiap wanita pasti mendambakan untuk selalu tampil cantik dan anggun. Berbagai upaya dilakukan mulai dari merawat kulit, rambut, mempertahankan kelangsingan tubuh, mempelajari gaya busana, dan tata cara merias wajah, serta etika dan kepribadian dengan tujuan menampilkan kecantikan diri dan pribadi yang menarik.

Ditambahkan, berbagai faktor dapat mempengaruhi kecantikan fisik seseorang, disamping karena faktor usia, aktivitas sehari-haripun dapat mengakibatkan kulit menjadi kering, keriput, dan terjadi penuaan dini, apabila kegiatan tersebut selalu bersentuhan dengan radikal bebas, seperti asap kendaraan bermotor, polusi, dan bahkan sinar matahari.

“Beberapa pakar kecantikan berpendapat, bahwa kekuatan wanita terletak pada kecantikannya, sehingga hal tersebut seringkali dijadikan tujuan utama. Persepsi ini mungkin tidak sepenuhnya benar, karena sesungguhnya kecantikan hakiki dari seorang wanita tidak semata-mata diukur dari tampilan fisik saja, namun lebih pada penampilan kepribadian yang baik, dan tentu saja harus diimbangi pula dengan kecerdasan intelektual”, tegas nya.

“Hal tersebut dapat kita atasi dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur. Kesemuanya itu, apabila kita lakukan dengan teratur, mudah-mudahan bermanfaat dalam menjaga kebugaran tubuh dan kecantikan kita”, imbuhnya.

Kelas kecantikan yang diikuti oleh sekitar 400 peserta dari berbagai pengurus dan anggota persit tingkat Pusat dan Daerah, Gabungan, serta Cabang BS di wilayah Jakarta ini berlangsung selama sehari dan juga menghadirkan pakar kecantikan dan kepribadian Dyah Ayu pasha sebagai pemberi materi.(Dispenad)
Tue, Mar 23rd 2010, 09:56

Persit Gelar Aneka Lomba

MEULABOH - Persit Kartika Chandra Kirana, Korem 012/TU, Senin (22/3) menggelar aneka lomba dan seni yang diikuti ibu-ibu dari Persit Kartika Chandra Kirana Aceh Barat dan Nagan Raya. Kegiatan untuk memeriahkan HUT Persit itu dibuka Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Korem TU, Ny Arminson di Lapangan olahraga Makorem, Alue Panyareng, Kecamatan Meurebo, Aceh Barat.

Ny Arminson dalam sambutannya mengatakan, dengan banyaknya rutinitas kegiatan yang dilakukan ibu-ibu setiap hari, tentunya tanpa disadari akan menyebabkan rasa kejenuhan dan berkurangnya waktu untuk berolahraga. Dan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap arti pentingnya berolah raga, juga sebagai sarana hiburan untuk mengurangi rasa kejenuhan.

IDitambahkannya, yang utama dan mendasar dari kegiatan olah raga adalah bagaimana bisa semakin memperkokoh kebersamaan, kesetiakawanan, dan perasaan senasib, sepenanggungan, dan seperjuangan sebagai sesama istri prajurit, sehingga semakin terjalinnya arti silaturahmi.

“Dalam setiap perlombaan atau pertandingan, kita tak dapat menghindarkan diri dari risiko menang dan kalah. Akan tetapi semuanya itu bukanlah tujuan, namun senantiasa harus kita petik hikmahnya, sebagai alat kendali atau tolak ukur bagi kita masing-masing, agar kita dapat bersikap dewasa, arif dan bijaksana,” ujarnya.(riz)